SEJARAH LAHIRNYA KOSTIIde pertama pembentukan Komunitas Sepeda Tua Indonesia sebenarnya datang dari Jakarta, ketika perayaan ulang tahun Komunitas Onthel Batavia, 18 Agustus 2007. Malam itu adalah sebuah awal sejarah pondasi dalam mencoba mempersatukan komunitas sepeda di Nusantara.Gagasan tersebut kemudian kembali bergulir pada event Temu Onthelis Nasional yang digelar dalam rangka HUT pertama komunitas Podjok (Paguyuban Onthel Jogjakarta), 17-18 November 2007. Saat perjalanan pulang dari event tersebut, di dalam gerbong kereta, beberapa penggiat komunitas sepeda tua dari KOBA Jakarta, POC Bekasi (sekarang Menjadi Pentil Bekasi, red), Country Tambun Bekasi, BOC Bogor (sekarang menjadi Oncom Bogor, red) terlibat obrolan seru melahirkan ide untuk membentuk wadah nasional penggemar sepeda tua se-Indonesia yang menjadi respresentatif komunitas di Nusantara.Untuk menajamkan ide tersebut, rekan-rekan pecinta sepeda onthel sepakat untuk menggelar rapat kecil di Bogor, 9 Desember 2007 untuk membentuk kepanitiaan pelaksana. Rapat tersebut menyepakati sebuah acara yakni “KONGRES Komunitas Sepeda Tua Seluruh Indonesia.Hajatan KONGRES tersebut pun kemudian berhasil digelar pada tanggal 9-10 Februari 2008, di sebuah gedung bersejarah, tepat di depan Istana Negara Bogor: Gedung Bakorwil Jawa Barat, Jl. Raya Bogor. Aura kesederhanaan dan kebersamaan saat itu menjadi memori dan rekor tersendiri, dimana untuk pertama kalinya pribadi-pribadi penuh semangat berkumpul untuk turut berbuat sesuatu terhadap eksistensi sebuah hobi yang sangat penuh inspirasi. 210 orang peserta terabsensi mewakili sekitar 50 Klub/Komunitas yang datang dari segala penjuru Nusantara.Dengan fasilitas yang sangat minim, dan diiringi hujan di kota Bogor, tepat selepas senja datang, lahirlah sebuah wadah berhimpun komunitas sepeda tua bernama: KOSTI (Komunitas Sepeda Tua Indonesia), setelah sebelumnya penuh perdebatan panjang untuk menamai organisasi ini. Begitu juga respresentatif kepengurusan pertama yang diamanahkan oleh kolektifitas kepanitiaan dengan mengangkat H. Daswara Sulanjana, SH sebagai Ketua Umum yang pertama.
Hal penting lainnya yang dihasilkan oleh KONGRES tersebut adalah melahirkan amanah bersama untuk membuat AD/ART, melegalkan KOSTI untuk diakui secara resmi sebagai organisasi masyarakat, tidak membawa dinamika komunitas ini ke ranah Politik, selalu menjaga kebersamaan dan silaturahmi, serta mengedepankan nilai-nilai etika dan moral dalam mengedepankan kemajuan budaya sepeda tua.
0 komentar:
Posting Komentar